SURAKARTA – Menciptakan ekosistem pengelasan yang kompeten dari hulu ke hilir, Research Group (RG) Metals Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) telah sukses menyelenggarakan program pelatihan komprehensif bertajuk “Metals Academy 2025”. Kegiatan yang berlangsung selama tiga gelombang di bulan Mei 2025 ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM-UNS) dan menjadi ruang temu antara dunia akademik dan praktik lapangan.
Program ini secara strategis dirancang untuk menyasar tiga elemen penting dalam komunitas pengelasan. Gelombang pertama, yang berlangsung pada 12–18 Mei, difokuskan untuk regenerasi internal dengan melatih para anggota baru Laboratorium Pengecoran dan Pengelasan FT UNS, memastikan transfer pengetahuan dan keahlian di dalam kampus terus berjalan.
Selanjutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga vokasi terjalin pada gelombang kedua (19–21 Mei). Bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta, RG Metals memberikan pelatihan kepada para mahasiswa UNS, membekali mereka dengan keterampilan teknis berstandar industri yang melengkapi pengetahuan teoretis dari bangku kuliah.
Sebagai puncak pengabdian, gelombang ketiga (29–31 Mei) membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat industri. Para pekerja dari berbagai bengkel las di wilayah Solo Raya diundang untuk mengikuti pelatihan intensif, di mana mereka tidak hanya mengasah keterampilan tetapi juga diperkenalkan pada inovasi dan standar keselamatan kerja terkini.
“Metals Academy 2025 kami rancang sebagai sebuah program yang utuh,” ujar Prof. Dr. Triyono, ST., MT., selaku Ketua RG Metals. “Kami membina talenta internal, mengembangkan kompetensi mahasiswa sebagai calon profesional, dan secara langsung meningkatkan kualitas para praktisi di industri. Inilah wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.”
Dengan pendekatan tiga gelombang yang inklusif ini, Metals Academy 2025 tidak hanya berhasil meningkatkan keahlian individu, tetapi juga memperkuat keseluruhan ekosistem pengelasan di Solo Raya, dari ruang laboratorium hingga lantai produksi.



